cucak-ranting

Mengenal Burung Cucak Ranting, Habitat, Makanan, dan Harga

Assalamualaikum wr wb, bagaimana kabarnya sedulur kicau mania semua, semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan ya, dan tetap semangat menjalani aktifitas sehari-harinya dalam merawat burung kesayangannya. Tidak lupa disini, masih bersama situs resmi Suhu Kicau yang selalu update dan konsisten memberikan tips dan informasi seputar dunia burung kicau.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas apa itu burung cucak ranting ?. Memang ada yang menyebutnya burung ini cucak rante atau cucak wilis yang lebih sering dikenalnya.

Mungkin dari temen-temen kicau, masih ada yang belum mengetahui ciri-ciri dari burung tersebut, memang jika dilihat hampir mirip dengan cucak ijo ya, ya wajar saja. Karena masih satu gen ras family satu keluarga yang tergolong dan berasal dari burung jenis cucak-cucakan. Penasaran untuk info selengkapnya!. Yuk simak ulasan selengkapnya dibawah ini :

Memahami keistimewaan yang dimiliki oleh burung cucak rante


Habitat dan kebiasaan

Burung cucak ranting masih sangat banyak hidup dialam liar dan sangat jarang para penangkar untuk jenis burung ini, kebanyakan burung yang didapat adalah hasil tangkapan hutan. Untuk jarak terbang ketinggian burung ini sekitar 40 sampai 50 meter di atas kaki gunung dan hutan lebat, yang sangat senang bertengger dipepohonan yang rindang dan tinggi.

burung-cucak-rante

Adapaun cara memikat burung ini kebanyakan orang menggunakan sangkar khusus yang didalamnya menggunakan pancingan burung sejenisnya dengan betinanya dan digantung dipohon yang tinggi menggunakan senar transparan yang kuat untuk menaikan sangkar pikatnya keatas pohon.

Baca selengkapnya :  6 Cara Mudah Ternak Burung Ciblek

Dan keberadaan serta eksistensi dari burung ini dialam liar juga tidak akan menjauhi pusat mata air seperti sungai, air terjun ataupun lembah yang masih jarang dijamah dan dilalui oleh manusia.

Ada baiknya burung ini dirawat dari usia muda untuk lebih cepat menjinakkannya agar burung merasa nyaman dengan rawatan pemiliknya yang telah diberikan setiap harinya, otomatis saat dewasa akan menjadi burung kicauan kebangga tersendiri tentunya.

Sebelum temen-temen memilih burung cucak ranting bahan ini untuk peliharaan dirumah, setidaknya anda harus mengetahui terlebih dahulu dari jenis kelamin yang dimilikinya agar tidak salah beli ataupun tertipu oleh si penjual. Berikut cara yang efektif untuk membedakan jenis jantan dan betina.

ciri cucak ranting jantan muda

1. Memiliki warna bulu kepala sebelum tumbuh hitam trotol, berwarna kuning cerah. Namun jika dibandingkan dengan betina yang memiliki warna yang agak kehijauan. Namun apabila burung ini masih memiliki usia yang berkisar kurang lebih empat bulan kebawah, tentunya sangatlah sulit untuk dibedakan dikarenakan kedua jenis jantan dan betinanya memiliki warna hijau yang masih mendominasi.

cucak-ranting-muda-jantan

2. Dengan cara ini memang sedikit memakan waktu agak lama sekitar 7 sampai 9 bulan yang menunggu warna leher cucak ranting muda menotol bintik hitam, jika seperti itu bisa diprediksi adalah jenis kemalin jantan. Serta siklus atau perubahan bulu yang dialami oleh burung cucak ranting bahan ini dengan usia 1 – 4 bulan berwarna hijau dan ujung sayap berwarna biru.

Usia 4 sampai 6 bulanan barulah tumbuh bulu warna kuning dikepala sang jantan, dan di usia kurang lebih satu tahun atau 12 bulan barulah tumbuh bulu nopeng hitam dilehernya.

Makanan yang dibutuhkan

Jika burung yang anda rawat masih sangat muda atau bahan, maka sangatlah mudah melatihnya untuk makan voer yang berkualitas baik. Serta dapat juga anda berikan setiap harinya buah pisang kepok ataupun pepaya dan apel. Burung ini juga sangat menyukai pakan serangga seperti jangkrik dan kroto.

Baca selengkapnya :  Suara Ciblek Gunung Mp3 Tembakan Ngebren Panjang

cucak-ranting-betina

Kelebihan dan kelemahan

Kelebihan yang dimiliki oleh cucak rante ini, merupakan salah satu burung yang sangat cerdas untuk dapat menerima materi suara ocehan burung lain atau masteran lagu yang diberikan. Jadi anda harus memiliki burung masteran sebagai burung isian burung cucak rante ini atau tidak anda harus selalu memperdengarkannya dengan suara mp3 audio masteran burung kicau lainnya, untuk selalu melatih burung ini agar memiliki materi yang lengkap dan baik.

Namun burung ini juga sangat mudah untuk anda jinakkan dengan tahapan yang benar tentunya agar si burung tidak mudah stress, serta kekurangan yang dimiliki oleh cucak ranting ini dari segi bulu sangat mudah rontok atau nyulam, dan sangat sulit dan lama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru dikenalnya.

Harga dipasaran

Untuk menentukan harga dipasaran tentunya berbeda-beda yang disesuaikan dengan kondisi dan tempat daerah asal anda, namun setidaknya tidak berbeda jauh dengan informasi harga yang kami update disini untuk parameter dan patokan anda jika ingin membeli burung ini dipasar burung terdekat.

Untuk cucak ranting bahan yang masih bunyi semaunya akan tetapi dengan kondisi bulu burung yang baik, mulus dan berjenis kemalin jantan berkisar Rp.250 ribu, namun untuk yang sudah gacor berkisar Rp.300 – 500 ribu. Dan untuk burung cucak rante yang sudah mapan yang sudah dirawat lama oleh pemiliknya, serta memiliki isian yang baik, banyak, serta volume sangat keras tentunya memiliki harga yang sebanding dengan kualitas, bisa mencapai 750 – 900 ribu rupiah saja.

Tips perawatan

Cara perawatan burung ini tidaklah rumit, sama seperti burung ocehan jenis cucak cucakan lainnya, yang dimana burung ini tentunya butuh pakan, mandi, jemur dan krodong.

Baca selengkapnya :  Rahasia Mencetak Murai Batu Juara Latber, Latpres Dan Kontes

Untuk polarawatan sehari-hari yang bisa anda lakukan dalam memandikan burung ini jangan setiap hari, minimal 1 minggu 2 kali saja, dan jemur hanya 1 jam saja dari pukul 8 – 9 pagi.

Setelah itu boleh anda berikan setiap hari pakan tambahan dengan takaran EF jangkrik pagi 2 sore 1. Dan kroto cukup 1 minggu sekali saja. Lakukan pemberian pakan secara rutin dan konsisten. Jika anda memiliki kandang umbaran, sangat baik jika burung ini sering dilatih dikandang umbaran minimal seminggu 2 kali dengan durasi pengumbaran 2 – 3 jam.