Pengertian Kebutuhan Sekunder, Ciri, Faktornya dan Contohnya

Kebutuhan Sekunder – Kebutuhan manusia merupakan aspek fundamental dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di antara beragam jenis kebutuhan yang ada, kebutuhan sekunder memegang peran yang krusial. Artikel ini akan membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, faktor, dan contoh dari kebutuhan sekunder.

Kebutuhan Sekunder

Pengertian Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder merujuk pada jenis kebutuhan yang muncul setelah kebutuhan dasar atau primer terpenuhi. Dalam konteks kebutuhan manusia, kebutuhan sekunder adalah aspek yang lebih kompleks dan seringkali tidak langsung terkait dengan kelangsungan hidup fisik. Untuk memahami lebih jauh tentang kebutuhan sekunder, perlu untuk menggali definisi yang lebih mendalam.

Kebutuhan primer, juga dikenal sebagai kebutuhan dasar, mencakup hal-hal seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan keamanan fisik. Ketika kebutuhan-kebutuhan ini terpenuhi, manusia cenderung memperhatikan kebutuhan yang lebih kompleks, yang dikenal sebagai kebutuhan sekunder. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan sekunder muncul sebagai respons terhadap pemenuhan kebutuhan dasar.

Bisa dikatakan Kebutuhan sekunder seringkali lebih kompleks dan abstrak daripada kebutuhan primer. Mereka berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial individu. Contoh kebutuhan sekunder meliputi kebutuhan akan hubungan sosial yang bermakna, pencapaian pribadi, penghargaan, dan pengakuan.

Ciri Kebutuhan Sekunder

Ciri Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder adalah aspek yang penting dalam pemahaman manusia yang kompleks. Untuk mendalami pemahaman tentang kebutuhan ini, penting untuk mengidentifikasi ciri-ciri khas yang membedakannya dari kebutuhan primer atau dasar. Berikut adalah beberapa ciri utama dari kebutuhan sekunder:

1. Tidak Esensial untuk Kelangsungan Hidup

Kebutuhan sekunder tidak bersifat esensial bagi kelangsungan hidup fisik individu. Berbeda dengan kebutuhan primer seperti makanan dan tempat tinggal yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, kebutuhan sekunder berkaitan lebih dengan kesejahteraan psikologis dan emosional.

2. Subyektif dan Relatif

Sifat kebutuhan sekunder cenderung lebih subyektif dan relatif, bervariasi antara individu satu dengan lainnya. Apa yang dianggap sebagai kebutuhan sekunder oleh satu individu mungkin tidak dianggap demikian oleh individu lain. Misalnya, seseorang mungkin merasa membutuhkan pengakuan atas prestasi mereka, sementara yang lain mungkin lebih memprioritaskan hubungan sosial yang erat.

3. Lebih Abstrak dan Kompleks

Kebutuhan sekunder seringkali lebih abstrak dan kompleks daripada kebutuhan primer. Mereka mencakup aspek-aspek seperti kebutuhan akan hubungan sosial yang mendalam, rasa pencapaian pribadi, pengembangan diri, dan pemenuhan keinginan estetika.

4. Terkait dengan Kesejahteraan Psikologis dan Emosional

Kebutuhan sekunder berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis dan emosional individu. Mereka dapat mencakup kebutuhan akan pengakuan, rasa percaya diri, rasa aman, serta perasaan dicintai dan dihargai oleh orang lain.

5. Mempengaruhi Motivasi dan Perilaku

Kebutuhan sekunder memainkan peran penting dalam membentuk motivasi dan perilaku individu. Mereka dapat menjadi pendorong utama di balik aspirasi, tujuan, dan tindakan seseorang dalam mencapai kepuasan psikologis dan emosional.

6. Dinamis dan Berubah Seiring Waktu

Ciri penting lainnya dari kebutuhan sekunder adalah bahwa mereka dapat berubah seiring waktu dan pengalaman hidup individu. Prioritas dan aspirasi seseorang dalam hal kebutuhan sekunder dapat berkembang sejalan dengan perkembangan pribadi, lingkungan sosial, dan tahap kehidupan yang berbeda.

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Sekunder

Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan sekunder merupakan hal yang penting untuk dipahami karena mereka dapat memberikan wawasan tentang bagaimana dan mengapa kebutuhan ini berkembang dalam diri individu. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan sekunder:

1. Budaya

Budaya memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk dan menentukan kebutuhan sekunder seseorang. Nilai-nilai, norma, dan ekspektasi budaya memainkan peran penting dalam menentukan apa yang dianggap penting atau diinginkan oleh individu. Misalnya, dalam budaya yang mementingkan kesederhanaan, kebutuhan akan barang-barang mewah mungkin kurang ditekankan.

2. Lingkungan Sosial

Interaksi dengan lingkungan sosial juga mempengaruhi perkembangan kebutuhan sekunder. Keluarga, teman, dan kelompok sosial lainnya dapat memengaruhi persepsi individu tentang kebutuhan mereka. Misalnya, individu yang memiliki lingkungan sosial yang mendukung dan mendorong pencapaian pribadi mungkin memiliki kebutuhan yang lebih besar untuk meraih prestasi.

3. Pengalaman Hidup

Pengalaman hidup individu juga memainkan peran dalam membentuk kebutuhan sekunder. Pengalaman masa lalu, baik yang positif maupun negatif, dapat memengaruhi apa yang dianggap penting atau diinginkan oleh seseorang. Pengalaman sukses dapat meningkatkan kebutuhan akan pencapaian, sementara pengalaman trauma dapat meningkatkan kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan.

4. Pendidikan dan Pengetahuan

Tingkat pendidikan dan pengetahuan seseorang juga dapat memengaruhi jenis kebutuhan sekunder yang muncul. Individu yang lebih terdidik cenderung memiliki kebutuhan yang lebih kompleks dan berkembang dalam hal aspirasi karier, pengembangan pribadi, dan pencapaian intelektual.

5. Perkembangan Individu

Tahap perkembangan individu juga berperan dalam menentukan kebutuhan sekunder. Misalnya, remaja mungkin lebih fokus pada pengakuan sosial dan pencapaian pribadi, sementara orang dewasa mungkin lebih memprioritaskan stabilitas finansial dan hubungan yang berkelanjutan.

6. Pengaruh Media dan Teknologi

Media dan teknologi juga memiliki dampak signifikan dalam membentuk kebutuhan sekunder. Paparan terhadap citra ideal dari media sosial dan budaya populer dapat mempengaruhi persepsi individu tentang apa yang dianggap penting atau diinginkan dalam hidup mereka.

Contoh Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan akan Pencapaian: Termasuk di dalamnya keinginan untuk sukses dalam karier, pendidikan, atau aktivitas lainnya.
Kebutuhan akan Penerimaan Sosial: Manusia cenderung ingin diterima dan diakui oleh kelompok atau masyarakat tempat mereka berada.
Kebutuhan akan Hiburan: Meliputi kebutuhan akan rekreasi, liburan, dan kesenangan lainnya.
Kebutuhan akan Kepuasan Emosional: Ini termasuk kebutuhan akan cinta, kasih sayang, dan rasa aman dalam hubungan interpersonal.

Dalam kesimpulannya, kebutuhan sekunder adalah aspek penting dalam pemahaman tentang motivasi dan perilaku manusia. Dengan memahami karakteristik dan faktor-faktor yang memengaruhinya, kita dapat lebih baik dalam memenuhi kebutuhan yang lebih kompleks ini, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Related Posts
Menggali Dunia Imajinasi: Panduan Membuat Teks Cerita Fiksi Terbaik
Teks Cerita Fiksi

diringkas dengan indah untuk menghadirkan pengalaman membaca yang tak tertandingi. Temukan dunia imajinatifnya sekarang! Menulis cerita fiksi adalah cara yang Read more

Perbedaan Grafis Bitmap dan Vektor dalam Desain Grafis
Grafis Bitmap dan Vektor

Grafis Bitmap dan Vektor - Dalam dunia desain grafis, dua jenis format gambar yang paling umum digunakan adalah grafis bitmap Read more