Mengenal Burung Penguin Peri Yang Bertubuh Mungil

Penguin Peri – Suhukicau mania, kalau membayangkan tentang burung pastinya kalian terbayang tentang hewan yang bisa terbang dengan bulu yang cantik menarik. Tapi ada juga burung yang tidak

bisa terbang seperti penguin. Penguin kecil (Eudyptula minor) adalah spesies penguin dari Selandia Baru. Mereka umumnya dikenal sebagai penguin biru kecil atau penguin biru karena bulunya yang biru dan juga dikenal dengan nama Māori mereka kororā.

Penguin kecil Australia (Eudyptula novaehollandiae) dari Australia dan wilayah Otago di Selandia Baru dianggap sebagai spesies terpisah oleh studi tahun 2016 dan studi tahun 2019.

Kalau kalian penasaran ingin mengenal dan mengetahui lebih dalam mengenai fauna asal selandia baru ini, jangan ragu dan jangan tunda lagi langsung baca artikelnya sampai habis.

penguin peri

Deskripsi Lengkap Tentang Penguin Peri

Taksonomi Penguin Peri

Penguin kecil pertama kali dideskripsikan oleh naturalis Jerman Johann Reinhold Forster pada tahun 1781. Beberapa subspesies diketahui, tetapi klasifikasi yang tepat dari penguin ini masih menjadi perdebatan.

Holotipe dari subspesies E. m. variabilis dan Eudyptula minor chathamensis[6] berada dalam koleksi Museum Te Papa Tongarewa Selandia Baru. Penguin sirip putih (E. m. albosignata atau E. m. minor morpha albosignata)

saat ini dianggap oleh sebagian besar ahli taksonomi sebagai morf warna atau subspesies Eudyptula minor. Pada tahun 2008, Shirihai memperlakukan penguin kecil dan penguin sirip putih sebagai alospesies.Namun, pada 2012, IUCN dan BirdLife International menganggap penguin sirip putih sebagai subspesies atau morf penguin kecil.

Penguin kecil dari Selandia Baru dan Australia pernah dianggap sebagai spesies yang sama, yang disebut Eudyptula minor. Analisis mtDNA pada tahun 2002 mengungkapkan dua clade di Eudyptula: satu berisi penguin kecil dari Pulau Utara Selandia Baru, Selat Cook dan Pulau Chatham, serta penguin sirip putih, dan yang kedua berisi penguin kecil Australia dan wilayah Otago di New Selandia.

Analisis awal panggilan braying dan analisis cluster morfometrik sebagian mendukung hasil ini. Sebuah studi tahun 2016 menggambarkan penguin kecil Australia sebagai spesies baru dan terpisah, Eudyptula novaehollandiae. E. minor endemik di Selandia Baru, sedangkan E. novaehollandiae ditemukan di kawasan Australia dan Otago. Sebuah studi tahun 2019 mendukung pengakuan E. minor dan E. novaehollandiae sebagai spesies terpisah.

gambar penguin peri

Deskripsi

Spesies Eudyptula biasanya tumbuh antara 30 dan 33 cm (12 dan 13 inci) tinggi dan rata-rata berat 1,5 kg (3,3 lb). Kepala dan bagian atas berwarna biru, dengan penutup telinga abu-abu pudar menjadi putih di bawahnya, dari dagu hingga perut. Sirip mereka berwarna biru.

Paruh abu-abu-hitam gelap panjangnya 3-4 cm, iris pucat keperakan atau abu-abu kebiruan atau cokelat, dan kaki merah muda di atas dengan sol dan anyaman hitam. Individu yang belum dewasa akan memiliki paruh yang lebih pendek dan bagian atas yang lebih ringan.

Seperti kebanyakan burung laut, spesies Eudyptula memiliki umur yang panjang. Rata-rata untuk spesies ini adalah 6,5 tahun, tetapi eksperimen cincin sirip menunjukkan bahwa dalam kasus yang sangat luar biasa mereka dapat hidup hingga 25 tahun di penangkaran.

Eudyptula minor tidak memiliki bulu biru cerah yang membedakan Eudyptula novaehollandiae. Selain itu, pola vokalisasi silsilah Selandia Baru yang terletak di Pulau Tiritiri Matangi berbeda dengan silsilah Australia yang terletak di Oamaru. Wanita dikenal lebih suka panggilan lokal dari lingeage Selandia Baru.

Habitat dan Penyebarannya

Selandia Baru

Eudyptula minor berkembang biak di sebagian besar garis pantai Selandia Baru, termasuk Kepulauan Chatham. Namun, Eudyptula minor tidak terjadi di Otago, yang terletak di pantai timur Pulau Selatan Selandia Baru. Spesies Australia Eudyptula novaehollandiae terjadi di Otago. E. novaehollandiae awalnya endemik di Australia.

Menggunakan analisis DNA purba dan penanggalan radiokarbon menggunakan peninggalan sejarah, pra-manusia, dan arkeologi Eudyptula, kedatangan spesies Australia di Selandia Baru diperkirakan terjadi antara tahun 1500 dan 1900 M. Ketika populasi E. minor menurun di Selandia Baru, itu meninggalkan celah genetik untuk E. novaehollandiae.

Penurunan E. minor kemungkinan besar karena efek antropogenik, seperti diburu oleh manusia serta predator yang diperkenalkan,[13] termasuk anjing yang dibawa dari luar negeri.

Di luar Australia

Spesies Eudyptula juga telah dilaporkan dari Chili, di mana mereka dikenal sebagai penguin kecil atau penguin biru. Penampakan termasuk Pulau Chañaral 1996 dan Pantai Santo Domingo, San Antonio, 16 Maret 1997. Spesies Eudyptula juga telah dilaporkan dari Afrika Selatan.

Suhukicau mania itulah tadi ulasan lengkap mengenai penguin peri, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Terimakasih banyak.

Related Posts
Mengenal Jenis Burung Samyong
burung-samyong

Burung Samyong - kali ini kita akan ulas tentang burung samyong yang mungkin sebagian dari kalian sudah tidak asing lagi Read more

Murai Batu Gacor Rumahan Belum Tentu Kerja Di Gantangan
murai-batu-gacor

murai batu gacor - Banyak sekali permasalahan yang dihadapi dari temen-temen kicau khsusnya para penghobi murai batu mania yang diamana Read more