Cara Paling Mudah Ternak Ulat Hongkong Bagi Pemula

Diposting pada

Ternak ulat hongkong memang tidak biasa dibandingkan dengan ternak lainya. Namun ternak ulat ini akan sangat menguntungkan ketika masih banyak bisnis ternak burung yang bersebaran.

Pasalnya ulat ini adalah salah satu jenis pakan burung yang banyak mengandung protein dan kalori agar burung bisa tetap gacor. Nah anda bisa menjadikan budidaya ulat hongkong sebagai ajang bisnis. Yuk simak cara budidaya bagi para pemula.

Tips Ternak Ulat untuk Burung Agar Gacor

1. Tahap Persiapan

Sebelum anda memulai bisnis anda, ada baiknya anda melakukan tahap persiapan terlebih dahulu. Persiapkan tempat untuk membuat perkembangbiaakan ulat seperti kayu, triplek, dan lakban cokelat untuk membuat tempat sejenis nampan.

Fungsi dari lakban adalah melapisi kayu agar ulat tidak keluar melalui sela sela sambungan antar kayu dan tirplek. Selanjutnya adalah membuat nampan tempat ulat berkembang biak.

2. Tahap Pemilihan Bibit atau Indukan

Penting bagi anda untuk bisa memilih induk yang tidak lebih dari 2 kg agar tidak ada ulat yang akan manjadi kepompong. Ulat dewasa rata rata memiliki panjang 15 mm dan lebar 3 mm.

Secara bergantian mereka akan menjadi kepompong dalam waktu 7 hingga 10 hari lamanya. Lakukan pemisahan kepompong dari ulat dewasa setiap 3 hari sekali untuk budidaya ulat hongkong dan tempatkan pada nampan terpisah.

Tunggulah hingga 10 hari lamanya dan kepompong akan berubah menjadi kumbang. Kemudian para kumbang akan bertelur sekitar250 gram persatu nampan. Untuk periode pembibitan dilakukan 7 hari setelah memisahkan diri dari kapas.

Baca selengkapnya :  Inilah Rahasia Sukses Ternak Kenari

Tempatkan kapas baru untuk kumbang yang lepas dan tunggulah hingga kapas berisi telur yang siap menetas. Barulah telur tersebut menjadi ulat hongkong.

3. Perawatan dan Pemberian Makan

Sirkulasi dan udara yang ideal untuk ulat adalah berkisar dari 29 hingga 30 derajad celcius. Dengan suhu sepert ini, ulat akan mampu berkembang biak dan juga kesuburan. Anda juga bisa memberikan beberapa jenis makan seperti ampas tahu, berkatul, sayuran selada serta buah buahan seperti labu dan apel.
Ampas tahu dan juga dedak cocok diberikan untuk ulat Budidaya Ulat Hongkong yang memiliki kualitas yang unggul.

Untuk pemberian makan ini, lakukanlah setiap tiga kali sehari seberat 100 gram dengan menyebar secara rata diatas nampan. Makanan seperti selada dapat diberikan pada ulat kecil yang masih dalam kapas.

Sebelum diberikan, bersihkan dahulu sayuran dan jemurlah hingga setengah kering. Anda harus selalu memperhatikan makanan ulat, karena ulat hingkong bisa memakan teman yang lebih kecil.

gambar-ternak-ulat-hongkong

4. Tahap Pemanenan

Seekor kepompong sebanyak 900 gram akan mampu menghasilkan 700 gram kumbang yang sehat dan siap bertelut. Ulat bibit sebanyak 1 kg akan mampu menghasilkan 33 kg ulat dewasa yang siap jual.

Selain memanen budidaya ulat hongkong anda harus memperhatikan penyakit yang mungkin saja menyerang ulat. Kenali ciri ciri ulat yang terkena penyakit dan berikan perawatan yang khusus agar tidak tersebar pada ulat lainya.

Apabila ulat memiliki warna kulit kehitaman dapat diatasi dengan mengurangi pemberian pakan jenis daun daunan dan dedek. Sementara apabila ulat mati berwarna merah karena tertular, jangan memberikan pakan yang terlalu basah.
Lakukan pemberian makan dengan pakan yang kadar airnya rendah agar budidaya ulat hongkong bisa berhasil.

Baca selengkapnya :  Rahasia Sukses Ternak Lovebird

Itulah beberapa tahap untuk bisa melakuakn ternak apda ulat hongkong. Sebelum memulai usaha ada baiknya anda melakukan riset terlebih dahulu dan melakukan diskusi dengan orang yang lebih ahli.

Cobalah untuk membuat ternak yang kecil terlebih dahulu sebelum memiliki hasil ternak yang banyak. Lakukan penjualan ulat dengan strategi yang menarik, agar banyak yang membeli ulat yang anda pasarkan.